Garut, 19 November 2025
Aula Syihabuddin Pesantren Persis Tarogong dipenuhi atmosfer kompetisi yang berbeda pada Selasa (19/11/2025). Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) Persis Tarogong kembali menggelar Class Of Santri (COS), sebuah ajang adu kecerdasan tahunan yang kali ini diikuti oleh santri putri kelas 10 dan 11. Tahun ini, COS tidak sekadar hadir sebagai rutinitas, melainkan membawa konsep yang jauh lebih segar dan menantang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dengan format baru yang memadukan kecerdasan intelektual, ketangkasan, serta soliditas tim, ajang ini dirancang sebagai pembuktian diri para santri di tengah gempuran era digital. Hal ini ditegaskan oleh Kepala MA Persis Tarogong, Ust. H. Aan Adam, Lc., dalam sambutannya. Beliau menyoroti realitas tantangan hidup modern di mana teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mendominasi berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari gaya belajar hingga pengambilan keputusan.
Meski teknologi terus berkembang pesat, Ust. Aan mengingatkan bahwa manusia memiliki modal fundamental yang tak tergantikan oleh mesin manapun, yakni sinergi antara IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient). Menurutnya, COS tahun ini adalah ruang simulasi untuk mengasah ketiga kecerdasan tersebut. Ia menegaskan bahwa kemampuan manusia—dalam hal ketelitian, kerja sama, dan ketangguhan mental—masih jauh melampaui kapasitas teknologi.
Dinamika kompetisi terlihat jelas melalui empat tahapan babak yang harus dilalui para peserta. Kompetisi dibuka dengan Opening Challenge, di mana tiga peserta dalam satu tim diuji kekompakannya untuk menjawab sepuluh pertanyaan secara kolaboratif. Tensi permainan meningkat saat memasuki Babak Numerasi, yang menuntut kecepatan dan ketepatan berpikir individu melalui sistem rebutan.
Tantangan semakin berat di Babak Memory, sebuah sesi yang memaksa santri untuk melepaskan ketergantungan pada teknologi pencari informasi dan mengandalkan fokus serta daya ingat murni. Puncaknya, atmosfer Aula Syihabuddin memanas pada babak The Last Battle, segmen penentuan yang menguji wawasan pengetahuan umum para finalis untuk merebut gelar juara.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan COS ini membawa misi pendidikan yang selaras dengan visi madrasah. Tidak hanya sekadar mencari pemenang, kegiatan ini menjadi laboratorium untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), melatih komunikasi efektif, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan tanggung jawab. Melalui tantangan yang variatif dan pesan mendalam dari pimpinan madrasah, Class Of Santri 2025 sukses menjadi wadah edukatif yang mempersiapkan santri untuk mengenali potensi terbaik mereka dalam menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi.


Leave a Reply