Garut, 11 Oktober 2025
Madrasah Aliyah Persis Tarogong bersama Staf RGM dan UGM yang baru dilantik menggelar seminar bagi santri kelas 10 dan 11 dengan tajuk “Mindful on the Road, Resilient in Life” yang mengangkat isu penting mengenai kesehatan mental dan keselamatan berkendara. Acara berlangsung pada Sabtu pagi (11/10) di Aula Syihabuddin Pesantren Persis Tarogong, dari pukul 06.30 hingga 11.40 WIB. Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 11.40 WIB dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, mulai dari ahli gizi, kepolisian, hingga psikolog. Kegiatan dikemas dengan terbuka dan menarik. Selain penyampaian materi, terdapat ice breaking yang membuat suasana lebih segar sehingga santri tetap bersemangat, door prize untuk menambah antusisme santri, sementara penampilan hiburan dari santri putra berbakat di bidang tarik suara turut memeriahkan acara. Selain menghibur, penampilan tersebut menjadi wadah untuk menampilkan potensi dan kreativitas santri di luar bidang akademik.
Dalam sambutannya, Mudir Mln/MA Persis Tarogong, H. Aan Adam, Lc., menegaskan bahwa kegiatan ini digelar dengan tujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sebagai kunci keberhasilan santri dalam belajar dan berperilaku, terutama di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Beliau juga menyinggung karakter generasi strawberry, generasi muda yang kreatif dan cepat beradaptasi, namun kerap rentan goyah ketika menghadapi tekanan. Oleh karena itu, H. Aan Adam, Lc. berpesan agar para santri membangun ketangguhan mental, disiplin, serta kesadaran diri. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan wujud tanggung jawab sekaligus kepedulian sosial. “Keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tetapi juga cerminan keseimbangan mental dan kedewasaan sikap,” tegasnya.

Sesi pertama diisi oleh Siti Nurbayani Sholihah, S.Tr.Gz, tim Ahli Gizi MBG – SPPG Garut Tarogong Kidul Pataruman 1. Mereka menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik agar lebih fokus, aktif, dan produktif dalam belajar. Pemateri menegaskan pentingnya asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh, serta kesadaran food safety demi memastikan makanan yang aman dan sehat.
Materi berikutnya dibawakan oleh Ipda Tujiran, S.H., Kanit Kamsel Satlantas Polres Garut. Ia menekankan bahwa disiplin berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi diri dan orang lain. Sejak remaja, santri perlu membiasakan diri dengan aturan lalu lintas, seperti penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan surat kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan. Menurutnya, “Pelanggaran sekecil apa pun bisa berakibat fatal, karena itu kehati-hatian dan saling menghargai adalah kunci keselamatan di jalan.”
Sesi terakhir diisi oleh Tim Ruang Emotika yang dipimpin Dewi Nadhipah, S.Sos., M.Pd. dan Indri Awalia S., M.Psi. bersama tiga fasilitator. Dalam sesi “Cerita di Balik Emosi”, Ibu Dewi mengajak santri merefleksikan emosi yang mereka alami melalui storytelling dan journaling. Santri diajak bertanya pada diri sendiri: emosi apa yang sering muncul, bagaimana mereka mengatasinya, dan siapa yang menjadi tempat kembali saat mood sedang turun. Dilanjutkan dengan sesi “Rahasia Mental Tangguh ala Santri” bersama Ibu Indri. Ia memberikan pemahaman tentang cara mengontrol emosi dan membangun ketahanan mental. Santri diajak melihat tantangan akademik maupun spiritual sebagai proses tumbuh, bukan beban, serta mempraktikkan teknik sederhana agar tetap kuat dan sehat secara psikologis.
Pada sesi diskusi, suasana berlangsung interaktif. Dalam materi keselamatan berkendara, santri secara kritis mempertanyakan maraknya pemberitaan negatif tentang polisi serta bagaimana pihak kepolisian menyikapinya. Sementara itu, pada sesi kesehatan mental, pertanyaan santri lebih banyak berfokus pada tips agar tidak mudah burn out atau stres dalam menghadapi beban tugas sekolah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencerminkan kepekaan sekaligus kebutuhan santri terhadap isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Dengan kemasan yang inspiratif dan interaktif, seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran santri akan pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus keselamatan dalam berkendara, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, disiplin, dan berkarakter.


Leave a Reply