Bulan November 2025 bergerak cepat di MA Persis Tarogong, penuh aktivitas, perjalanan, kompetisi, dan ruang-ruang belajar yang membuka pintu tumbuhnya potensi terbaik para santri. Hampir di setiap pekan, madrasah tampak hidup oleh dinamika kegiatan yang berlangsung dari Garut, Bandung, hingga Jakarta. Semua itu menjadi cermin komitmen madrasah dalam membentuk santri yang unggul, percaya diri, dan siap berkiprah di berbagai bidang.
Bahkan sebelum pertengahan bulan tiba, catatan prestasi sudah lahir pada 3 November. Lima santri MA Persis Tarogong berhasil membawa pulang gelar juara kelas festival pada Kejurnas BKC Tahun 2025 “Piala Wamenhan RI”. Mereka tampil tangguh, disiplin, dan penuh konsentrasi, menegaskan bahwa pembinaan olahraga beladiri di madrasah bukan sekadar rutinitas, tetapi ruang nyata untuk menempa karakter berani dan sportivitas sejati.
Rangkaian kegiatan kemudian semakin padat memasuki 17 November melalui Manasik Santri se-Kabupaten Garut (MASTER) di SOR Ciateul. Sebanyak 298 santri kelas 11 mempraktikkan rangkaian ibadah haji, dari ihram hingga wukuf, dengan pendampingan para pembimbing. Selain memastikan penguasaan tata cara yang benar, kegiatan ini menanamkan kedisiplinan, ketertiban, dan semangat kebersamaan yang menjadi karakter dasar seorang santri.
Pada hari yang sama, atmosfer madrasah turut terasa di Jakarta. Tazqia Qori Qonita mewakili MA Persis Tarogong dalam Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) X 2025 yang diselenggarakan Ma’arif Institute. Lima hari penuh di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta menjadi ruang pembinaan karakter, dialog kebangsaan, hingga simulasi kepemimpinan bersama para pelajar terpilih dari seluruh Indonesia. Pengalaman ini memperkaya perspektif Tazqia sebagai pelajar madrasah yang aktif serta siap tampil di forum nasional.
Tak lama berselang, 20–23 November, suasana kompetisi lintas budaya dan agama mewarnai perjalanan 10 santri putra dari Ambalan Syihabuddin dan 9 santri putri dari Ambalan Aminah Dahlan pada Kemah Bakti Harmoni Beragama ke-4 Jawa Barat di Kiarapayung, Sumedang. Kegiatan ini mempertemukan pelajar dari berbagai latar untuk belajar memahami keberagaman, membangun dialog yang santun, dan menumbuhkan kepemimpinan yang berakar pada nilai toleransi. Selama empat hari itu, para santri bukan hanya berkemah, tetapi belajar menjadi pribadi yang lebih matang dalam sikap dan lebih luas dalam pandangan.
Sementara itu, geliat peningkatan kapasitas akademik, sosial, dan mental santri memuncak pada 21 November. Dalam waktu bersamaan, kelompok-kelompok santri mengikuti tiga kegiatan berbeda. Aghnia, Fauziah, Ghassani, Radith, dan Hanif Aqdam mendalami penyusunan proposal penelitian dalam Workshop OPSI yang diselenggarakan oleh UNIGA dengan didampingi Ibu Robiyani; sebagian lainnya yang merupakan staf pengurus RGM dan UGM ditemani Ust. Ilham Maulana menyimak gagasan kepeloporan pelajar dalam Stadium General Pendidikan PW PII Jawa Barat; dan kelompok lainnya yang terdiri dari Symran Lu’lua dan Asyifa Arrodiyah mempelajari dukungan awal pada kesehatan mental dalam kegiatan P3LP di SMA 6 Garut, didampingi Ibu Destia. Hari itu, madrasah benar-benar hidup sebagai ruang belajar multidimensi yang bertemu dalam satu tujuan: membentuk santri yang kuat, peduli, dan berpikir kritis.
Keseruan bulan November juga hadir dalam bentuk keceriaan kompetisi. Pada 19 November, Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) kembali menggelar Class of Santri (COS), ajang tahunan yang memberi ruang bagi santri putri kelas 10 dan 11 untuk beradu kecerdasan, ketangkasan, serta kekompakan tim. Tahun ini, konsep COS lebih segar dan menantang, menempatkan santri bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak kreativitas dan kerja sama. Suasana Aula Syihabuddin dipenuhi tawa, sorak, dan energi positif yang menunjukkan bagaimana kompetisi bisa menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan.
Semangat berkompetisi tidak berhenti di sana. Lapangan futsal menjadi saksi keberhasilan tim MA Persis Tarogong yang meraih Runner Up pada ajang Teknik Soccer Championship Vol. 4 tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Garut pada 24 November 2025. Permainan mereka penuh determinasi, memadukan strategi, kekuatan fisik, dan mental juara yang terus menyala hingga peluit akhir pertandingan.
Di Bandung, sorotan prestasi lain datang dari para atlet Taekwondo MA Persis Tarogong. Pada UIN Taekwondo Championship yang berlangsung 21–23 November, empat santri menorehkan catatan membanggakan. Kerja keras, ritme latihan yang terjaga, dan keberanian mereka di atas matras menjadi bukti bahwa potensi santri madrasah tumbuh subur di lintasan olahraga.
Penutup bulan diramaikan oleh kiprah Lativa Inaya Widyaswara yang mengikuti Pelatihan Reporter Pelajar di Command Center UPTD TIK Pendidikan Jawa Barat. Di sana, Lativa mempelajari teknik peliputan, etika media, hingga keterampilan menulis berita—bekal penting bagi generasi muda yang melek literasi informasi dan mampu menyampaikan kebenaran dengan cara yang tepat.
Dari kegiatan kemah hingga kompetisi, dari dialog kebangsaan hingga pelatihan kesehatan mental, dari lapangan futsal hingga matras taekwondo, seluruh rangkaian agenda bulan November menyiratkan satu pesan kuat: MA Persis Tarogong adalah ruang tumbuh yang terus hidup dan bergerak. Madrasah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi tempat menemukan diri, menguji kemampuan, memperluas jaringan, dan menumbuhkan karakter santri yang siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.
Serangkaian agenda tersebut menjadi potret bahwa MA Persis Tarogong tidak hanya fokus pada prestasi akademik. Madrasah menghadirkan ruang eksplorasi yang luas—dari kepemimpinan, jurnalistik, pramuka, penelitian, hingga kesehatan mental. Setiap kegiatan adalah langkah kecil menuju santri yang percaya diri, dewasa dalam sikap, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Di MA Persis Tarogong, potensi bukan sekadar bakat; ia adalah amanah yang harus terus ditumbuhkan.


Leave a Reply