Garut, 15 September 2025
Mln/MA Persis Tarogong melalui organisasi santri putra Rijalul Ghad Mu’allimin (RGM) dan organisasi santri putri Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi santri kelas 11 terpilih. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan dan regenerasi kepemimpinan santri yang terampil, berkarakter, amanah, tangguh, dan bertanggung jawab.
LDK RGM dilaksanakan pada 6–7 September 2025 bertempat di Aula Multimedia dengan tema “Menempa Bangsa untuk Masa Depan”. Hadir sebagai pemateri, M. Naufal Fatyu dengan materi “Menempa Bangsa untuk Masa Depan”, serta Ustadz Heri Mulyadi dengan materi “Kepemimpinan Sehat, Organisasi Kuat: Integrasi Kesehatan dalam Manajemen Organisasi”.
Sementara itu, LDK UGM berlangsung pada 13–14 September 2025 di Aula Multimedia dengan tema “Merajut Kebersamaan, Membangun Komitmen, Menjaga Solidaritas di Tengah Tantangan”. Pemateri yang hadir pada kegiatan ini yaitu Maylin Devina Rooroh dengan materi “Dasar-Dasar Organisasi” serta Ananda Abdul Hafizh, S.T. dengan materi “Unfiltered Leadership”.
Kegiatan LDK dikemas dalam berbagai bentuk, antara lain seminar, talk show, diskusi, olahraga, serta kegiatan pos-posan yang melatih kekompakan, kedisiplinan, dan ketangguhan santri.
Adapun tujuan pelaksanaan LDK adalah mengembangkan jiwa kepemimpinan santri yang amanah dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi pedoman dalam pemilihan ketua dan wakil ketua RGM dan UGM Masa Jihad 2025–2026. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi yang efektif dan santun, menumbuhkan rasa percaya diri, serta disiplin, sehingga dapat menjadi bekal berharga bagi santri dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.
Ketua RGM, Muhammad Zulfa Taqiyyudin, menegaskan pentingnya LDK sebagai sarana pembinaan kepemimpinan. “LDK menjadi sarana penting untuk memupuk dasar kepemimpinan dan melatih kemampuan mengorganisir, sehingga santri siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa esensi LDK adalah memupuk dasar kepemimpinan, menyadarkan pentingnya keterampilan memimpin di masa depan, serta melatih kemampuan mengelola sumber daya dalam menyiapkan sebuah acara.
Hal senada disampaikan Ketua UGM, Millati Ghalia Nur. “LDK sangat penting sebagai bekal masa depan santri, karena melatih kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, hingga problem solving yang akan selalu bermanfaat meski mereka tidak terpilih menjadi staf,” ungkapnya. Millati juga menekankan bahwa melalui LDK para peserta dilatih untuk menurunkan ego, menghadapi perbedaan pendapat, serta mencari solusi di tengah konflik dengan cepat dan tepat. Dengan begitu, santri benar-benar mendapatkan pengalaman nyata tentang kepemimpinan dan organisasi.


Leave a Reply