Tempa Mental dan Spiritual! Santri MA Persis Tarogong Sukses Taklukkan Mukhoyyam Tarbiyah Qiyadiyah 2026
GARUT – Madrasah Aliyah (MA) Persis Tarogong sukses menyelenggarakan kegiatan Mukhoyyam Tarbiyah Qiyadiyah di Bojongmasta Camp pada Senin hingga Rabu, 14–16 September 2026. Mengusung tema “Membina Karakter Pemimpin Tangguh melalui Fondasi Salat, Kemuliaan Adab, dan Kedisiplinan”, kegiatan perkemahan ini dirancang untuk menempa mental, fisik, dan spiritual para santri Kelas X.
Berbagai rangkaian kegiatan mewarnai jalannya mukhoyyam, mulai dari perkemahan, penjelajahan, salat berjamaah, penyampaian materi, hingga malam api unggun dan pentas seni. Seluruh rangkaian kegiatan santri putra dan putri dilaksanakan secara terpisah sesuai dengan kelompok masing-masing.
Ketua Pelaksana, Ust. Ilham Maulana, S.Si., dalam sambutan pembukaannya menitipkan pesan tegas kepada seluruh santri.
“Jaga diri kalian, baik kesehatan, makan, maupun tidur. Jaga juga teman-teman kalian, saling tolong-menolong, dan jangan egois. Yang terpenting, jaga adab dan salat kalian.”
Senada dengan hal tersebut, Kepala MA Persis Tarogong, Ust. H. Aan Adam, Lc., juga mengingatkan esensi utama dari kegiatan ini saat meresmikan pembukaan acara.
“Mukhoyyam ini mengajarkan kita untuk menjaga adab kita kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-A’la.”
Pada upacara pembukaan di hari pertama, dilakukan penyematan slayer secara simbolis dan penyerahan bendera kelompok. Penyematan slayer diberikan kepada Nawaz Husnul Abidat (X-B) sebagai perwakilan santri putra (RG) dan Quinsha Wafiya (X-I) sebagai perwakilan santri putri (UG).
Selain itu, pada pembukaan ini diberikan apresiasi kepada santri yang menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Pasbara) Kwarran Tarogong Kidul, yaitu Kevha Achmad Kaidzan, Mumtaz Rasyid Ridha, dan Azfa Dzakwan Ramadhan selaku pasukan dan panitia Pasbara 2026.
Masih pada hari yang sama, untuk melatih kedisiplinan, para santri mengikuti Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) yang dilatih langsung oleh unsur TNI, yakni Serma Ahmad Mujadid dan Serda Suhendri selaku Babinsa. Latihan fisik ini juga diselingi dengan materi penguatan mengenai nilai-nilai adab dan kedisiplinan.
Pemahaman kepemimpinan para santri semakin diperdalam melalui sesi materi. Para santri mendapatkan materi “Adab sebagai Cermin Kemuliaan Seorang Pemimpin” yang disampaikan oleh Ust. Dr. M. Nur Shiddiq, M.Ag., dan Usth. Dra. Nurlela, serta materi “Salat sebagai Fondasi Kekuatan dan Ketangguhan Seorang Pemimpin” yang disampaikan oleh Usth. Sumiarti, S.Pd.I., dan Ust. Uus Suhendrik, Lc., M.Pd.
Tidak hanya mendengarkan materi, ketangkasan dan kekompakan santri juga diuji melalui kegiatan penjelajahan, aneka perlombaan, permainan, dan aktivitas memasak bersama. Seluruh kegiatan lapangan ini didampingi oleh Tasykil (Staf Pengurus) RGM dan Ambalan Syihabuddin serta Tasykil (Staf Pengurus) UGM dan Ambalan Aminah Dahlan.
Di tengah padatnya aktivitas, nilai-nilai ibadah harian tetap dijaga melalui pembiasaan salat tahajud berjamaah, salat Subuh berjamaah, dan zikir sore. Pelaksanaan kegiatan ibadah dan seluruh agenda lainnya tetap berlangsung secara terpisah antara santri putra dan santri putri.
Puncak keakraban terasa pada malam kedua saat prosesi penyalaan api unggun. Momen ini menjadi sarana penyegaran sekaligus medium tafakur untuk mengagungkan kebesaran Allah setelah seharian menjelajah alam. Suasana semakin meriah dengan pentas seni, di mana setiap kelompok santri menampilkan bakat terbaik mereka, mulai dari pidato, pembacaan puisi, hingga seni bela diri.
Rangkaian kegiatan yang penuh antusiasme ini ditutup secara resmi melalui Upacara Penutupan pada Rabu pagi, 16 September 2026. Melalui Mukhoyyam Tarbiyah Qiyadiyah ini, diharapkan para santri MA Persis Tarogong dapat tumbuh menjadi generasi pemimpin yang tidak hanya tangguh dan disiplin, tetapi juga memiliki fondasi salat yang kuat serta beradab mulia.

