· · ·

Waspada Penipuan Digital, Polban dan MA Persis Tarogong Perkuat Literasi Keuangan Santri

GARUT — Ancaman penipuan digital yang semakin beragam mendorong generasi muda untuk memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan sekaligus mengenali berbagai risiko transaksi di ruang digital. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Bandung (Polban) Jurusan Akuntansi bersama MA Persis Tarogong.

Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Santri Mu’allimin/Madrasah Aliyah Tingkat Akhir dalam Literasi Keuangan, Kewirausahaan, dan Akademik”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Multimedia MA Persis Tarogong, Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 08.00–12.00 WIB.

Kegiatan diikuti oleh pengurus Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM), Ambalan Aminah Dahlan, serta seluruh ketua santri kelas XI. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa pemaparan materi, diskusi, praktik, workshop, hingga permainan edukatif.

Membekali Santri agar Tak Mudah Terjebak Penipuan Digital

Literasi keuangan menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut. Santri diajak memahami cara mengelola keuangan sekaligus mengenali berbagai risiko yang dapat muncul di tengah kemudahan akses layanan finansial melalui internet.

Materi mencakup kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta berbagai modus penipuan digital. Santri didorong untuk tidak mudah tergiur tawaran keuntungan, hadiah, maupun kemudahan finansial yang beredar melalui media sosial dan platform digital.

Selain mengenali risiko, peserta juga diperkenalkan pada prinsip sederhana dalam mengelola keuangan, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengatur pengeluaran menggunakan metode 50/30/20.

Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui board game “Jejak Finansial Santri”. Permainan edukatif berbentuk ular tangga tersebut mengajak santri menghadapi berbagai situasi keuangan dan menentukan pilihan berdasarkan kondisi yang diberikan.

Pendekatan tersebut membuat materi literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman teori. Santri dilatih untuk berpikir kritis sebelum mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi berbagai tawaran finansial di ruang digital.

Mendeley Bekali Santri Susun Karya Ilmiah

Selain literasi keuangan, kegiatan PKM juga memberikan penguatan dalam bidang literasi akademik melalui pelatihan Mendeley Reference Manager.

Materi ini dinilai relevan dengan kebutuhan santri tingkat akhir yang sedang mempersiapkan karya tulis ilmiah. Santri diperkenalkan pada teknik pengelolaan referensi, penggunaan sitasi, penyusunan daftar pustaka, serta pentingnya menghindari plagiarisme.

Peserta juga mendapatkan praktik langsung, mulai dari instalasi aplikasi, memasukkan dan mengelola referensi, hingga menggunakan plug-in sitasi pada Microsoft Word.

Kepala MA Persis Tarogong, Ust. H. Aan Adam, Lc., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sejalan dengan kebutuhan santri, khususnya dalam mendukung penyusunan karya tulis ilmiah.

“Kegiatan PKM ini sangat sevisi dengan MA Persis Tarogong. Mengingat saat ini para santri sedang dalam tahap penyusunan karya tulis ilmiah, materi mengenai penggunaan aplikasi Mendeley tentu akan sangat mempermudah dan membantu santri dalam merampungkan tugas akademiknya,” ujar Ust. Aan Adam.

Kolaborasi Pendidikan untuk Penguatan Kapasitas Santri

Apresiasi terhadap kolaborasi tersebut disampaikan PMA Bidang Pendidikan Pesantren Persis Tarogong, Ust. Heri Mulyadi, SHI., M.Pd. Ia menyampaikan bahwa Pesantren Persis Tarogong terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan yang memiliki visi dan misi yang sejalan.

Ia berharap kolaborasi dengan Polban dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi santri.

Sementara itu, mewakili tim PKM Polban, Prof. Dr. Drs. Muhamad Umar Mai, M.Si., Guru Besar Politeknik Negeri Bandung, memberikan motivasi kepada para santri. Ia mengingatkan agar para santri senantiasa bersyukur karena berada di lingkungan pendidikan yang tepat dan mempelajari ilmu yang benar sebagai bekal dalam menjalani kehidupan serta menghadapi masa depan.

Kegiatan ini mempertemukan literasi keuangan dan literasi akademik dalam satu rangkaian pembelajaran. Santri tidak hanya dibekali kemampuan menyusun karya ilmiah, tetapi juga diajak lebih cermat dalam mengelola keuangan dan menghadapi berbagai risiko di dunia digital.

Melalui “Santri Smart Hub”, kolaborasi Polban dan MA Persis Tarogong diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan santri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga cerdas mengambil keputusan, bijak mengelola keuangan, dan waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *