· · · · ·

Tembus Seleksi Nasional, Santri MA Persis Tarogong Melangkah ke Parlemen Remaja 2026

GARUT — Menjadi salah satu dari 200 pelajar terpilih dari lebih dari 11.000 pendaftar se-Indonesia, M. Aqdam Hanif Putra Nasrudin, santri MA Persis Tarogong, berhasil menorehkan prestasi dengan terpilih sebagai peserta Parlemen Remaja 2026. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Garut dalam program edukasi demokrasi yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Parlemen Remaja 2026 berlangsung pada 28 September hingga 3 Oktober 2026. Program ini mempertemukan pelajar terpilih dari 84 daerah pemilihan (dapil) di Indonesia untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi DPR RI, sekaligus mempelajari proses pembentukan undang-undang dan praktik demokrasi di Indonesia. Dari Dapil XI Jawa Barat, hanya tiga pelajar yang terpilih, termasuk Hanif.

Perjalanan Hanif menuju Senayan, Jakarta, tempat berlangsungnya Parlemen Remaja tidaklah singkat. Ia harus melewati empat tahapan seleksi yang menguji rekam jejak, kemampuan menyampaikan gagasan, intelektualitas, hingga karakter dan potensi kepemimpinannya.

Tahap pertama berupa seleksi curriculum vitae (CV), yang menilai prestasi, pengalaman organisasi, serta berbagai kegiatan yang pernah diikuti. Selanjutnya, peserta mengikuti seleksi esai dan video yang menuntut kemampuan menyampaikan gagasan secara kritis dan kreatif. Pada tahap ini, gagasan yang disampaikan bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan seleksi, melainkan juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menyuarakan keresahan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa dari sudut pandang generasi muda. Seleksi berlanjut melalui psikotes untuk mengukur aspek intelektualitas dan karakter, sebelum akhirnya peserta menghadapi tahap wawancara. Rangkaian ini menunjukkan bahwa Parlemen Remaja tidak hanya menjaring pelajar berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan publik dan potensi kepemimpinan.

Selama kegiatan, peserta berkesempatan mengenal proses kerja parlemen secara langsung melalui simulasi rapat kerja, rapat paripurna, dan kunjungan kerja dalam rangkaian pembelajaran pembentukan undang-undang. Mereka juga berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan serta bertukar gagasan dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan keterbukaan terhadap perbedaan pendapat. Peserta juga berkesempatan membangun jejaring nasional melalui pertemuan dengan pelajar terpilih dari berbagai latar belakang daerah.

Terpilihnya M. Aqdam Hanif Putra merupakan prestasi yang menunjukkan bahwa santri madrasah memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam ruang-ruang strategis kebangsaan, termasuk pendidikan politik dan demokrasi. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, keikutsertaan Hanif diharapkan menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus mengembangkan wawasan, mengasah daya kritis, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat dan bangsa. Sebab, kontribusi generasi muda bagi Indonesia tidak hanya dimulai ketika mereka menduduki jabatan publik, tetapi juga ketika berani berpikir, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *