· · · ·

Menyiapkan Pemimpin, Melanjutkan Pengabdian: Regenerasi RGM dan UGM Persis Tarogong.

Kepemimpinan tidak lahir dalam semalam. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari penjaringan calon, pembentukan karakter kepemimpinan, penyampaian gagasan, hingga pemilihan dan pelantikan. Begitulah perjalanan regenerasi kepemimpinan Rijalul Ghad Mu’allimin (RGM) dan Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) Masa Jihad 2026/2027.

Estafet kepemimpinan santri di lingkungan MA Persis Tarogong kembali bergulir. Regenerasi kepengurusan RGM dan UGM bukan sekadar pergantian ketua dan wakil ketua, melainkan bagian dari proses kaderisasi untuk menyiapkan generasi pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan tanggung jawab.

Perjalanan tersebut dimulai dari penjaringan bakal calon ketua dan wakil ketua. Pada tahap ini, panitia bersama asatidzah mempertimbangkan rekam jejak akademik, potensi kepemimpinan, dan kesiapan santri untuk mengemban amanah organisasi.

Menguji Kapasitas dalam LDK

Setelah melalui proses penjaringan, para bakal calon mengikuti tahapan screening dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Tahapan ini menjadi ruang untuk menguji kesiapan, karakter, dan kemampuan calon pemimpin sebelum memasuki proses pemilihan.

LDK RGM yang mengusung tema Leadership Quest berlangsung pada 25–26 September 2026, disusul LDK UGM pada 2–3 Oktober 2026. Melalui serangkaian materi dan tahapan seleksi, para bakal calon dibekali sekaligus diuji kesiapan kepemimpinannya. Proses ini kemudian menghasilkan dua pasangan calon ketua dan wakil ketua untuk RGM dan UGM.

Adu Gagasan di Debat Kandidat

Proses berlanjut ke tahap debat kandidat. Debat UGM dilaksanakan pada 8 Oktober 2026, disusul debat RGM pada 9 Oktober 2026. Pada tahap ini, setiap pasangan calon mendapat kesempatan menyampaikan gagasan, visi, dan misi, sekaligus menjawab pertanyaan serta tanggapan dari peserta.

Debat bukan sekadar ajang adu argumentasi. Lebih dari itu, forum ini menjadi kesempatan bagi seluruh santri untuk mengenal kapasitas, pola pikir, dan arah kepemimpinan yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon. Melalui forum tersebut, santri juga diajak untuk menimbang gagasan sebelum menentukan pilihan.

Musyawarah Umum: Ruang Evaluasi dan Penentuan Kepemimpinan

Setelah melewati proses penjaringan, pembekalan kepemimpinan, dan debat kandidat, regenerasi RGM dan UGM memasuki tahap penentuan melalui Musyawarah Umum (MUSYUM). Forum ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.

MUSYUM berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya menyimak laporan pertanggungjawaban, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan dan tanggapan kritis terhadap kinerja setiap bidang. Dalam sambutannya, Ketua UGM periode 2025/2026, Shabria Putri Izzati Ramadhani, menegaskan bahwa MUSYUM bukan ajang menunjukkan kesempurnaan, melainkan ruang evaluasi agar organisasi semakin baik. Sementara itu, Mudirul Mu’allimin, Ust. H. Aan Adam, Lc., menyampaikan apresiasi atas dedikasi RGM dan UGM yang selama ini turut mendukung berbagai kegiatan sekolah dan pesantren.

Puncak MUSYUM menjadi momentum penetapan kepemimpinan baru. Dalam pemilihan RGM, Muhammad Hamka Haq Suryana (XI IAI 1) terpilih sebagai Ketua dengan perolehan 248 suara, unggul atas pasangan calon lainnya yang memperoleh 170 suara. Ia akan didampingi Rasya Patria Arinakusumah (XI IPA 2) sebagai Wakil Ketua RGM Masa Jihad 2026/2027.

Sementara itu, dalam pemilihan UGM, pasangan Firhania Aenul Ashariyyah dan Ziswa Nur Illiyin memperoleh 334 suara dari 514 suara sah. Keduanya ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua UGM Masa Jihad 2026/2027.

Terpilihnya kedua pasangan pemimpin tersebut menandai babak baru perjalanan RGM dan UGM. Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, MUSYUM menjadi ruang pembelajaran tentang demokrasi, tanggung jawab, dan kebersamaan. Sebab, regenerasi bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi juga tentang bagaimana sebuah organisasi terus bertumbuh melalui evaluasi dan pengabdian.

Pelantikan: Akhir Regenerasi, Awal Pengabdian

Puncak proses regenerasi ditandai dengan pelantikan tasykil Rijalul Ghad Mu’allimin (RGM) dan Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) Masa Jihad 2026/2027 pada Kamis, 29 Oktober 2026. Prosesi dipandu oleh Pembina RGM, Ilham Maulana, S.Si., dan Wakamad Kesantrian, Ust. Trisna Adiyana, S.Pd. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan surat keputusan, baiat, dan serah terima jabatan.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momentum tersebut menandai berakhirnya satu masa pengabdian sekaligus dimulainya amanah baru. Para pengurus sebelumnya mewariskan pengalaman dan teladan, sementara kepengurusan yang baru bersiap melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat dan tanggung jawab.

Sebab, kepemimpinan tidak berhenti pada proses pemilihan atau pengukuhan. Nilai sesungguhnya terletak pada kesungguhan menjalankan amanah, menghadirkan keteladanan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekolah serta pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *