MA Persis Tarogong Siap Sambut PKKM

Garut, 30 Oktober 2023. MA Persis tarogong bersama 10 Kepala Madrasah Aliyah di bawah pengawas bina Bapak Yadi Prihmayadi melaksanakan rapat koordinasi persiapan workshop IKM dan PKKM, sebagai sarana persiapan menghadapi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) dan pemberlakuan Kurmed secara wajib di tahun 2024. Rapat koordinasi yang seharusnya dihadiri oleh tiga belas orang Kepala madrasah tersebut hanya bisa dihadiri oleh sebelah Kepala Madrasah, sedang dua orang lagi berhalangan hadir. Dalam Rakor yang diadakan di Aula Multimedia MA Persis tarogong, Kesebelas Kepala Madrasah Aliyah tersebut bersepakat dan bertekad mempersiapkan PKKM dengan sebaik-baiknya. Rakor yang diinisiasi oleh Kepala MA Persis Tarogong tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya penyelenggaraan workhsop IKM sebelum pelaksanaan IKM. Pada kesempatan tersebut dibahas pula hal-hal yang berkaitan dengan PKKM, seperti persiapan, pembiayaan, dan stratergi menghadapi PKKM.

Aan Adam, Lc. selaku Kepala MA Persis Tarogong menuturkan bahwa inisiasi rakor ini merupakan himbauan dan arahan dari Bapak Yadi selaku pengawas bina MA Persis Tarogong. Masih menurutnya, sebagai MA yang pertama kali mengimplementasikan kurikulum merdeka ingin berbagi pangalaman dan sharing mengenai hal-hal yang terjadi selama pengimplementasian tersebut. Sebagai informasi bahwa pada tahun 2024 pemerintah melalui Kemenag akan mewajibkan IKM kepada seluruh madrasah, oleh karenya perlu ada persiapan dalam menyongsong IKM tersebut, maka workshop IKM menjadi sebuah keharusan yang harus diselenggarakan.

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Maka untuk memitigasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss), Kemendikbudristek melakukan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) selama pandemi. Selanjutnya, untuk mendukung visi pendidikan Indonesia, dan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Pemerintah melalui kurikulum merdeka berharap bisa mengatasi learning loss tersebut dan bisa mendongkrak kompetensi literasi dan numerasi peseta didik.

Peserta Rapat Koordinasi Persiapan PKKM dan Workshop IKM:

  1. Aan Adam, Lc., Kepala MA Persis Tarogong
  2. Kadar Muttakin, Kepala MA Persis Garut
  3. Anton Tirta Sugandi, Kepala MA Persis Rancabango
  4. Nandang S, Kepala MAS Persis Pangatikan
  5. Ajang Salahudin, Kepala MAS An-Nasr
  6. Elis Heluani, Kepala MAS Panagan
  7. Hendi M, Kepala MAS Isharul Haq
  8. Ai Kulsum, Kepala MAS Mthlaul Ulum
  9. Syarif Husin, Kepala MA Mu’allimat
  10. Misbahudin, Kepala MA Al-Mashduqi
  11. Dede Puad, Kepala MA Al-Musaddadiya

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan