Bagikan 48 PJU, 482 Qur’an, dan 11 Jam Digital Masjid Tutup PLKJ 2024

Garut,23/01/2024.

Mln/MA Persis Tarogong menggelar Bakti Sosial melalui Program Latihan Khidmat Jam’iyyah (PLKJ) pada Senin, 22 Januari 2024 di dua kecamatan, Cisompet dan Cihurip. Bakti sosial berupa penerangan jalan umum (PJU) yang berjumlah 48 buah, jam dinding masjid sebanyak 11 buah, 482 buah Qur’an, serta fasilitas umum lainnya diterima langsung oleh Kasi Kesra Kec. Cisompet dan Sekmat Kec. Cihurip untuk kemudian disebarkan di 15 desa yang berada di wilayang kedua kecamatan tersebut. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari PLKJ yang dilaksanakan selama dua minggu dari tanggal 9 hingga 23 Januari 2024. Kegiatan penyerahan Baksos secara simbolis dihadiri oleh para kepala desa wilayah Cisompet dan Cihurip. Kegiatan berlangsung secara khidmat di aula serba guna kedua kecamatan.

Kegiatan Baksos bertujuan menumbuhkan kepekaan, kepedulian, dan jiwa sosial dari santri serta civitas akademika yang berada di lingkungan Mln/MA Persis Tarogong. Pada baksos kali ini, terkumpul dana sebesar Rp. 83.553.000 yang dialokasikan pada PJU, jam digital masjid, tempat sampah, kaca cembung, sound system, pintu WC Masjid, dan fasilitas umum lainnya yang dibutuhkan oleh Masyarakat setempat. Selain uang, kami juga menerima titipan baksos berupa Qur’an, kerudung, dan pakaian yang telah disebarkan ke 15 desa yang berada di wilayah Cisompet dan Cihurip.

Ustadz H. Aan Adam, Lc., selaku Kepala Sekolah MA Persis Tarogong mengucapkan banyak terima kasih kepada para donator seperti Flascokids, Daisy Leather, PT. Al-Furqon Hidayah Salam, Dinas Perikanan dan Peternakan Garut, Baznas, Laznas Dewan Da’wah, Zahra Kerudung,  Quran Cordoba, H. Dani Villa Anggrek, orang tua santri, dan para muhsinin lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk kesuksesan kegiatan Baksos PLKJ 2024. Pada kesempatan ini pula, Ustadz Drs. Saeful Hayat, Ketua Panitia PLKJ mewakili seluruh panitia dan peserta PLKJ berpamitan kepada seluruh jajaran pimpinan kecamatan dan desa karena Program Latihan Khidmat Jam’iyyah pada tahun 2024 telah berakhir.

Program Latihan khidmat Jam’iyyah (PLKJ) itu ssendiri merupakan wahana pelatihan dan pembinaan santri dalam berbagai aspek potensi, seperti sebagai pendidik, pendakwah dan jiwa sosial agar kokoh dan kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. PLKJ sebagai laboratorium pembelajaran sosial dinilai lebih efektif dalam pemusatan pembelajaran langsung. Kegiatan PLKJ meliputi: (1) Kegiatan keagamaan seperti mengikuti pengajian. (2) Kegiatan pendidikan seperti mengajar dan “ngawuruk”. (3) Kegiatan sosial kemasyarakatan seperti baksos dan kerja bakti. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan melatih santri dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadikan generasi muda sebagai harakah tajdid di Masyarakat. (as-red)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan